Peristiwa

Bawa 14 Bal Ganja ke Riau, Pria Aceh Ditangkap di Pool Bus

Sumutdaily | Medan ~ Personel Reskrim Polsek Patumbak membekuk seorang warga asal Lhokseumawe, Aceh, karena kedapatan membawa 14 Kg ganja kering.

Tersangka dan barang bukti diamankan petugas dari depan salah satu Pool Bus kawasan Jalan SM Raja, Km 7, Medan Amplas.

Informasi dihimpun, Minggu (19/2/2017) menyebutkan tersangka adalah Abdul Murar (19) warga asal Desa Pante Jala, Kecamatan Sawang, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Kapolsek Patumbak, Kompol Afdhal Junaidi melalui Kanit Reskrim, AKP Fery Kusnadi, menyebutkan penangkapan tersangka bersama barang bukti bermula dari informasi yang didapat pihaknya mengenai adanya penumpang bus dari Aceh yang membawa belasan kilo ganja.

“Informasi yang kita dapat awalnya ada seorang laki-laki dari Aceh di poll bus kawasan Ringroad yang membawa bungkusan plastik diduga ganja. Informasi itu kemudian kita tindaklanjuti melalui pengintaian dengan cara mengikuti tersangka yang bergerak menuju pool bus kawasan Jalan SM Raja Medan setelah tiba dari Aceh,” sebut Fery.

Lebih lanjut dijelaskannya, petugas yang telah mengidentifikasi tersangka yang diketahui akan menuju Dumai, Riau itu langsung melakukan penggeledahan. Dari dalam tas ransel yang dibawa tersangka petugas menemukan 14 bal ganja kering dalam kemasan kantung plastik berukuran besar.

“Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku 14 Kg ganja yang dibawa dari Aceh itu memang miliknya. Rencananya semula ganja itu akan dibawa ke Dumai, Riau setelah tiba dari Aceh ke Medan,” jelas Fery.

Atas pengungkapan tersebut tersangka beserta barang bukti 14 Kg ganja yang diamankan langsung digelandang petugas ke Mapolsek Patumbak untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu pihak kepolisian mengaku masih mendalami jaringan peredaran narkoba yang melibatkan tersangka.

“Kasus peredaran ganja diduga antar provinsi ini masih didalami lebih lanjut untuk membongkar sindikat jaringannya. Tersangka yang diamankan terancam dijerat Pasal 112,114 UU No.35 Tahum 2009 tentang Narkotika dengan hukuman kurungan penjara di atas 20 tahun dan maksimal seumur hidup,” pungkasnya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *