Politik

Sidang Paripurna DPRD Asahan Batal, 4 Fraksi Layangkan Somasi

Sumutdaily | Asahan ~ Penyampaian Laporan akhir tahun oleh Komisi dan Badan Pembentukan Perda serta Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Asahan, dan pemilihan pimpinan serta anggota Komisi-komisi DPRD Kabupaten Asahan masa kerja 2017 di Aula Rambate Rata Raya, batal dilakukan. Akibatnya, empat fraksi akan melayangkan surat protes kepada pimpinan DPRD Asahan.

Keempat fraksi yang akan melayangkan protes masing-masing Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Fraksi Kedaulatan Umat (FKU).

Mereka melayangkan somasi, karena sidang dengan agenda penyampaian laporan tertulis akhir komisi-komisi, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) serta agenda sidang pemilihan pimpinan dan komisi-komisi DPRD ASahan.

Hal tersebut disampaikan keempat pimpinan Fraksi, setelah jadwal kedua agenda sidang itu batal dilaksanakan, Senin (13/2/2017).

“Kita sepakat akan melayangkan somasi kepada pimpinan dewan, terkait batalnya 2 agenda sidang ini. Dan ini yang kedualinya. Padahal, agenda sidang ini adalah hasil Banmus (Badan musyawarah). Selain itu, kita akan membawa persoalan ini ke BKD DPRD Asahan,” kata Ketua Fraksi Hanura, Eben Ezer Siregar didampingi Ketua Fraksi PAN, Bunyaddin, Ketua Fraksi Gerindra, Baharuddin Harahap dan Sekretaris Fraksi FKU Henri Siregar, saat memberikan keterangan kepada Wartawan digedung dewan.

Ketua Fraksi Hanura, Eben Ezer Siregar mengatakan, tidak ada alasan yang menyebabkan batalnya sidang paripurna tersebut. Pasalnya, jumlah anggota dewan yang hadir mencukupi kuorum yakni dihadiri 22 anggota dan 1 pimpinan dewan dari 45 anggota DPRD Asahan.

“Ada 23 anggota dewan yang hadir, termasuk pimpinan. Sesuai dengan Perda tentang Tata Tertib DPRD Asahan, bahwa sidang paripurna selain tentang Pemberhentian Bupati, Ketua DPRD dan tentang APBD, Sidang Paripurna tentang pengambilan keputusan terpenuhi, jika dihadiri 1/2 plus 1 anggota dewan,” papar Eben Ezer.

Lanjut Ketua Hanura ini, padahal hari sidang paripurna tersebut, Ketua DPRD Asahan Benteng Panjaitan hadir ke gedung dewan, namun tidak mau menghadiri dan memimpin sidang. Eben juga menyayangkan wakil DPRD Asahan, Dahrun Hutagaol yang berada dalam ruang sidang, juga enggan memimpin sidang.

“Kita sangat menyayangkan kenapa Pak Ketua tidak mau memimpin sidang. Termasuk pak Dahrun. Padahal, beliau berkompeten memimpin sidang. Kalian tanyalah sama beliau alasannya, kenapa tidak mau memimpin sidang,” kata Eben Ezer kepada wartawan yang ada di ruang sidang.

Pantauan di ruang sidang Rambate Rata Raya, 2 agenda sidang Paripurna tersebut batal dilaksanakan setelah pukul 16.00 WIB. Sementara agenda sidang rencananya dijadwalkan pada pukul 11.00 WIB.

Pada proses menunggu, sejumlah anggota dewan berteriak di dalam ruang sidang. Seperti yang dilakukan oleh anggota Fraksi PKU, Hidayat Nasution yang lantang meneriakkan bahwa pimpinan dewan telah mencenderai amanat rakyat.

“Jika sidang paripurna ini batal, maka pimpinan dewan sudah mencederai amanat rakyat. Jadwal sidang paripurna ini, adalah hasil Banmus. Dan ini sudah dua kali gagal. Terlalu banyak kepentingan disini,” teriak politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Pernyataan Hidayat sempat menuai adu mulut dengan sejumlah anggota Dewan lainnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan DPRD Asahan Dahrun Hutagaol, enggan berkomentar saat dikonfirmasi terkait batalnya dua agenda sidang paripurna tersebut. “No Comment lah. Tanya aja orang itulah,” kata Dahrun, sambil berlalu meninggalkan Anggota Dewan lainnya. (sdc)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *