Hukum

OTT BPN Deliserdang, Poldasu: Belum Ada Tersangka

Sumutdaily | Medan ~ Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Res Krimsus) Polda Sumut hingga kini belum menetapkan seorang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN)/Agraria Tata Ruang (ATR) Kabupaten Deliserdang, Jalan Utama, Komplek Perkantoran Pemkab, Lubukpakam, Jum’at (10/2/2017) lalu.

Dalam OTT itu, Tim Tipikor Polda Sumut mengamankan 10 orang dan sejumlah dokumen berkaitan pengurusan sertifikat tanah serta uang tunai seratusan juta rupiah, melalui aksi penyisiran ke setiap ruang kerja pejabat ATR/BPN Deliserdang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting menyatakan, dirinya belum mendapatkan informasi penting sebagai lanjutan OTT yang dilakukan Tim Tipikor. Kepada awak media, Rina meminta untuk bersabar.

“Besok mau diekspose. Besok akan diekspos, jam-nya nanti akan diinformasikan lebih lanjut,” ujar Rina dari seberang telepon, Minggu (12/2/2017).

Sejauh ini, ke-10 orang yang diamankan, masih dilakukan penahanan. “Saya masih mendampingi Bapak Kapolda, di Asahan. Pak Kapolda yang langsung memaparkan besok. Sabar lah dulu satu hari,” kata Rina.

Selain dilakukan penahanan untuk diambil keterangannya lebih dalam terhadap ke-10 itu, kata Rina, Tim Tipikor Polda Sumut masih melakukan penelitian terhadap sejumlah dokumen yang disita dari Kantor ATR/BPN Deliserdang di Lubukpakam.

“Uang tunai di atas Rp100 juta, barang buktinya. Untuk mobil dinas, enggak ada disita,” ujar mantan Kapolres Binjai ini.

Informasi diperoleh, Tim Tipikor Polda Sumut telah mene‎tapkan dua orang tersangka dalam OTT tersebut. Disoal itu, Rina menepisnya.
“Dua? Siapa yang bilang dua. Belum ada tersangkanya. Saya juga belum mengetahui lebih jelas mengenai kasus itu,” tandasnya.

Sebelumnya, dari 10 orang yang diamankan, satu di antaranya Kepala BPN Deliserdang, CS. Selain dia, ada Kasi Pengukuran, MH; Kepala TU , H; Kasi Hak dan Pendaftaran Tanah, II; Kasubssi Pengukuran, IM; dua Staf Pengkuran, A dan BS, ajudan MH berinisial I hingga sopir MH berinsial A.

Kasubdit III/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Res Krimsus Polda Sumut, AKBP Dedi Kurnia membenarkan, ada mengamankan 10 orang dari Kantor BPN Deliserdang. Sayangnya, dia belum bersedia merinci ke 10 orang dimaksud.

“Ya benar. Ada 10 orang yang kami amankan. Langsung ke Pak Dir saja ya. Takutnya saya salah-salah pula,” ungkap Dedi, tadi malam.

Menurutnya, saat ini oknum pegawai yang terjaring OTT masih tengah diperiksa oleh tim penyidik. Dir Res Krimsus Polda Sumut, Kombes Toga Panjaitan yang memimpin langsung OTT tersebut dan diikuti dengan penggeledahan Kantor BPN Deliserdang.

“Sejauh ini masih dalam pemeriksaan. Belum ada penetapan tersangka. Karena penetapan tersangka, harus digelar (perkara) dulu,” tandas Dedi.

Informasi dihimpun, Kantor BPN Deliserdang digeledah oleh belasan petugas yang tampak mengenakan rompi hitam bertuliskan Tipikor Polda Sumut. Mereka langsung menyisir ke lantai II Gedung BPN Deliserdang, persisnya ke ruangan MH.

Puas menyisir ruangan itu dan mengamankan sejumlah bundelan dokumen, petugas menyisir lantai I, persisnya ke ruangan Kepala Seksi Pendaftaran Hak Tanah BPN Deliserdang, I. Tak hanya itu, mobil dinas Toyota Kijang Inova putih BK 1173 M juga digeledah oleh petugas. Saat itu, terpakir di halaman kantor.
Bundelan kertas yang disinyalir dokumen soal tanah dibungkus dalam plastik, disita dari mobil dinas tersebut.

Tak ayal, ruangan Kepala BPN Deliserdang, CS, turut digeledah. Kemudian, beberapa ruangan Kasi pun disisir.‎ Dalam penggeledahan tersebut, puluhan personel Satuan Sabhara Polres Deliserdang dilibatkan untuk pengamanan.

Akibat penggeledahan, ‎pelayanan terhadap pemohon surat sertifikat tanah sempat terhenti. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *