Ekonomi

Kurang Kooperatif, Penyertaan Modal PT Bank Sumut Batal

Sumutdaily | Medan ~ DPRD Sumatera Utara melalui Komisi C telah mengupayakan penyertaan modal untuk PT Bank Sumut sebesar Rp 78 miliar pada Perubahan APBD tahun 2016. Namun dana segar yang sudah di depan mata itu batal diakomodir, karena terganjal payung hukum.

Peraturan Daerah (Perda) penyertaan modal PT Bank Sumut yang diperlukan sebagai syarat untuk pencairan, batal disahkan hingga penghujung waktu yang telah ditentukan.

“DPRD Sumut menilai buruknya komunikasi antara Pemprov Sumut dengan Direksi PT Bank Sumut menjadi biang kerok batalnya penyertaan modal sebesar Rp 78 miliar itu,” kata anggota Komisi C DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz saat rapat dengar pendapat dengan PT Bank Sumut, Senin (6/2/2017).

RDP dipimpin Ketua Komisi C Ebenezer dan dihadiri sejumlah anggota di antaranya Sutrisno Pangaribuan, Muhri Fauzi Hafiz, Meilizar Latif, dan anggota komisi C lainnya. Sementara PT Bank Sumut dihadiri Dirut Edie Rizliyanto, Direktur Syariah dan Bisnis, T Mahmud Jeffry dan jajaran lainnya.

Menurut Fauzi, Pemprovsu seharusnya tidak membatalkan penyertaan modal ke PT Bank Sumut. Bahkan seharunys sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Sumut, Pemprovsu melalui Gubernur dapat menindaklanjuti apa yang sudah disepakati bersama dengan DPRD Sumut perihal dana penyertaan modal sebesar Rp 78 miliar.

“Kita lihat dari paparan Bank Sumut tadi, komposisi kepemilikan saham Pemprov Sumut sampai akhir tahun 2016 sebesar 48,94 persen menurun dari tahun 2015 sebesar 50,66 persen. Penurunan ini sangat mengecewakan, karena DPRD Sumut melalui Komisi C sudah menyetujui upaya yang baik agar Perubahan APBD 2016 mengalokasikan dana penyertaan modal kepada PT Bank Sumut. Namun, karena lemahnya kinerja jajaran Pemprov Sumut, akhirnya dana penyertaan modal batal,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Menurut Fauzi, dana penyertaan modal sangat dibutuhkan Bank Sumut dan untuk itu sebagai BUMD keuangan, pihak PT Bank Sumut memang harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemprov Sumut. Pemprov Sumut juga harus bertindak cepat melakukan upaya yang baik guna pengesahan Peraturan Daerah (Perda) penyertaan modal.

PT Bank Sumut adalah BUMD yang cukup baik menyumbang PAD, di antara BUMD yang dimiliki Pemprov Sumut. Wajar jika Pemprov Sumut memperhatikan dengan baik persoalan penyertaan modal tersebut.

“Malu kita sudah dialokasikan, tapi realisasinya tidak jadi. Padahal semua sudah melalui tahapan dan proses yang sudah berjalan dengan baik dan benar. Kalau Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Biro Hukum Pemprov Sumut tidak melihat ini strategis, kita minta Gubernur mengevaluasi kedua SKPD itu. Kita banyak berharap agar bisnis PT Bank Sumut maju dan menjadi bank daerah kebanggaan masyarakat Sumut. Namun pejabat Pemprov Sumut sama sekali menyepelekan prihal penyertaan modal yang akhirnya mempengaruhi komposisi kepemilikan saham Pemprov Sumut di PT Bank Sumut,” katanya.

Sementara itu, Dirut PT Bank Sumut Edie Rizliyanto mengatakan, pihaknya sangat memperhatikan soal penyertaan modal. Sebagai bank umut, binis keuangan harus selalu menjaga rasio keuangan yang menjadi indikator.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan Biro Keuangan, Biro Perekonomian dan Biro Hukum Pemprov Sumut, bahkan sudah memberikan dokumen dan penjelasan hasil RUPS tahun 2015 yang memutuskan tentang penyertaan modal sebesar Rp 78 miliar,” katanya.

Dikatakannya, karena Perda penyertaan modal belum disahkan DPRD Sumut, akibatnya pencairan belum masuk ke Bank Sumut.

Sedangkan terkait kepemilikan saham PT Bank Sumut, meski terjadi penurunan persentase dibandingkan tahun 2015, namun tetap pengendali saham terbesar masih milik Pemprov Sumut sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) yakni pengendali saham harus di atas 25 persen.

“Kita lembaga bisnis dan bukan politik dan disarankan orang-orangnya tidak ikut berpolitik. Meski kepemilikan saham terbesar dari Pemkab/Pemko, tapi kalau dirinci masing-masing kepemilikan kabupaten/kota jauh di bawah 25 persen,” katanya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *