Peristiwa

Bandar Narkoba Tewas Ditembak Polisi, Ternyata Mantan Polisi

Sumutdaily | Asahan ~ Bandar narkoba yang ditembak Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan, akhirnya tewas dalam perawatan di Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS), Kisaran Asahan. Tersangka BT diketahui manatan personel Polres Tanah Karo yang telah dipecat tahun 2015 lalu.

Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Markus Sembiring didamping Kanit Ipda Samsul Adhar, Jumat (27/1/2017) mengatakan, sebelumnya tersangka ditangkap bersama tiga tersangka lainnya saat membawa narkoba dari Tanjungbalai menuju Medan.

Saat penyergapan dua tersangka ditembak, masing-masing BT dan A. BT kritis karena terkena tembakan di dada, kaki dan tangan. Dia kemudian dilarikan ke RS HAMS di Kisaran. Namun BT akhirnya tewas dalam perawatan tim medis.

Sementara itu Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan ini.
“Saat ini kita masih melakukan pengembangan, untuk mengungkap jaringan para pelaku,” ujarnya.

Tatan menuturkan, sabu dikirim dari Malaysia menuju Tanjungbalai lalu direncanakan akan dibawa ke Medan dan berlanjut ke Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jakarta Barat dan Polda Sumatera Utara (Poldasu) bekerjasama dengan Polres Asahan berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 7 kilogram.

Barang haram tersebut diamankan dari 4 orang pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza nomor polisi (nopol) BK 1083 IC, tepat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di depan Polres Asahan, Jalan Ahmad Yani, Kisaran, Sumatera Utara, Kamis (26/1/2017) sekitar pukul 21.45 WIB.

Keempat tersangka, terdiri dari 2 laki-laki, berinisial BT dan A, serta 2 wanita E dan AY. Keempatnya merupakan warga Kota Medan.

Informasi yang dihimpun, gerak-gerik para pelaku awalnya sudah diintai sejak keberangkatan dari Kota Tanjungbalai. Di pertengahan jalan, sekitar Jalinsum di Kelurahan Sentang, tim sempat salah target.

Tim gabungan menyergap satu unit mobil berwarna silver dengan nopol yang sama, namun berbeda serinya.

Salah target , tim langsung berkoordinasi dengan Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja. Mendapat laporan itu, Kapolres langsung memerintahkan seluruh personil yang sedang piket menunggu di depan Polres Asahan.

Sementara Kapolres beserta ajudan Bripda Ricky melakukan pengejaran menggunakan mobil menuju ke arah Tanjungbalai.

Baru berjarak 300 meter, keluar dari Mapolres Asahan, Kapolres mencurigai sebuah mobil melintas sesuai dengan ciri-ciri yang telah diterima. Mobil langsung berbalik arah dan mengejar mobil para pelaku.

Setibanya di depan Polres Asahan, Kapolres memepet mobil pelaku dan mencoba menghadang. Mobil yang ditumpangi para pelaku berhasil dihentikan setelah menabrak sebuah truk yang sedang terparkir di bahu jalan.

Dengan sigap, Kapolres memerintahkan para pelaku keluar dari dalam mobil yang dikemudikan BT dan membuka kaca mobil.

Namun bukannya keluar malah coba melarikan diri, sehingga Kapolres didampingi ajudan segera melepaskan tembakan beberapa kali ke arah pelaku. Tembakan mengenai paha, tangan dan dada BT dan rekannya, A. Kemudian aksi para pelaku dapat dihentikan.

Ketiga pelaku langsung dibawa ke Mapolres Asahan untuk diperiksa. Sementara BT dilarikan ke RSUD H Abdulmanan Simatupang Kisaran, karena kritis akibat terkena tembakan.

Saat dilakukan pengeledahan, ditemukan sebanyak 7 kilogram sabu-sabu yang dibagi 2, disimpan dalam tas jinjing dan tas ransel.

Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, penangkapan para tersangka hasil pengembangan kasus narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Keempat pelaku merupakan sindikat narkoba, jaringan Tanjungbalai, Medan dan Jakarta. “Sebelumnya, gerak-gerik pelaku sudah diintai sejak 3 bulan yang lalu,” ujarnya. (azhar nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *