Politik

PDIP Asahan Gelar Syukuran HUTke-44 dan HUT Megawati ke-70

Sumutdaily | Asahan ~ Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 PDIP dan HUT Ketua Umum Megawati Soekarno Putri digelar secara sederhana oleh kader-kader partai di Asahan. Acara diisi dengan pemotongan tumpeng, Senin (23/1/2017) di kantor partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Hari ini kami memperingati HUT DPC PDI Perjuangan Asahan ke-44 bersamaan dengan HUT ke-70 ibu ketua umum Megawati Soekarno Putri. Acara kami laksanakan sesederhana mungkin. Momentum ini bagi kami kader partai PDI Perjuangan lebih kepada menjadikan sosok Ibu Mega sebagai tokoh inspirasi. Kader yang diusianya ke-70 tahun masih sangat enerjik dan memberikan kontribusi kepada partai,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Asahan Winarmi Supraningsih.

Tidak hanya sekedar menjadi tokoh yang menginspirasi, bagi Winarmi sosok Ketua Umum Megawati yang telah ia kagumi sejak dulu merupakan asset dan inspirasi bagi generasi bangsa. “Saya juga tidak tahu, jika Allah memberikan umur yang panjang di usia yang ke-70 apakah bisa tetap seenergik beliau,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Winarmi juga mengingatkan semua kader dan pengurusnya untuk senantiasa membantu pemerintahan Jokowi-JK dengan ikut memelihara ketentraman dan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat.

“Sebab akhir-akhir ini kita menyaksikan banyak sekali upaya membuat suasana tidak kondusif. Rush Money, terorisme, upaya menjauhkan Jokowi dari PDI P, dan banyak lagi isu yang dimaksudkan untuk membuat kekacauan,” ujarnya.

Acara syukuran tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Asahan dari Fraksi PDI Perjuangan diantaranya Rosmansyah, Herman Sangkot, Handi Arfan Sitorus, pengurus DPC Khaidir Muda Siregar, Jansen Hutasoit, Guntur Satriawan Zas, Ketua Repdem Kiki Komeni, dan pengurus PAC.

Senada disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Haidir Muda Siregar, dia mengatakan dalam tema HUT yang ke 44 “Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya” tersebut bertujuan agar seluruh kader memiliki satu tekad untuk menjaga Indonesia tanpa membedakan status sosial, suku, agama, dan keyakinan. Tema tersebut dipilih karena situasi persatuan dan kesatuan negara saat ini.

“PDI Perjuangan memberikan jawaban dan membangun harapan bagi masyarakat yang saat ini mereka dihadapkan berbagai perbedaan hanya karena aksi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Haidir.

Peringatan HUT tersebut yang berlangsung hikmad dan sederhana, ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng oleh ketua DPC PDI Perjuangan Asahan, yang mana pada potongan pertamanya diberikan kepada tokoh kader DPC PDI Perjuangan Asahan yang paling tua yakni Ponimin dari kecamatan Air Joman. (Azhar Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *