Peristiwa

Gedung DPRD Medan Rawan Maling, Petugas CS, Staf dan Honorer Diperiksa

Sumutdaily | Medan ~ Sekretariat DPRD Medan bergerak cepat mengusut maraknya maling di gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis. Gedung wakil rakyat itu dalam beberapa waktu lalu, kerap dijadikan sasaran tangan-tangan jahil dan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Medan, Hj Alida kepada wartawan. “Lagi kami usut. Kami sudah minta pihak keamanan internal di gedung DPRD Medan untuk mengintrogasi pekerja clearing service (CS), staf dan tenaga honor,” katanya.

Dia mengakui kalau laporan mengenai peristiwa kehilangan ini sudah disampaikan seorang anggota dewan kepada pihaknya. “Ya, kemarin Bu Umi Kalsum sudah menyampaikan soal ini. Dia mengaku laptop kerjanya hilang di ruang Fraksi PDIP,” ungkap Uni–sapaan Hj Alida.

Uni mengungkapkan, pihaknya akan menunggu laporan dari pihak keamanan internal, sebelum mengambil tindakan hukum. Wanita berhijab ini pun mengklaim, pihaknya sudah membuat laporan polisi (LP) atas pencurian laptop Umi Kalsum. “LP sudah, namun memang sedang kami usut. Semua diwawancarai oleh petugas keamanan internal di sini. Jadi kami menunggu hasilnya dulu,” katanya.

Terkait pemasangan CCTV atau kamera pengintai di gedung DPRD Medan yang sudah terpasang namun tidak berfungsi, Uni menepis isu tersebut. Dia menjelaskan, pengadaan kamera pengintai pada tahun anggaran 2016, baru diperuntukkan di ruang paripurna. “Jadi gak benar informasi ada yang bilang di ruang fraksi dan ruang lainnya sudah terpasang CCTV. Karena kami baru ada usulkan di 2016 untuk ruang paripurna saja,” kata Uni tanpa mau menyebut berapa unit pengadaan CCTV di tahun anggaran tersebut.

Sekretariat DPRD Medan juga mengusulkan permohonan pengadaan CCTV pada 2017 ini. Akan tetapi Uni lagi-lagi tidak mengingat rincian pengadaan kamera pengintai itu. “Ada (diusulkan) tahun ini. Cuma tidak bisa saya sebutkan angka pasti, karena DPA (Daftar Pelaksanaan Anggaran) kan belum turun. Jadi ya kita lihat dululah DPA-nya,” katanya.

Sembari menunggu pengusutan yang tengah dilakukan saat ini, pihaknya menduga oknum cleaning service (petugas atau pekerja kebersihan/CS) ada yang coba memanfaatkan situasi tersebut.

“Jumlah (pekerja CS) di sini kan sudah banyak. Mereka juga yang kerap membersihkan seluruh ruangan di gedung DPRD Medan ini. Ya namanya juga asumsikan boleh-boleh saja. Gambaran kita sejauh ini ya seperti itu. Tapi begitupun kami menunggu dulu laporan dari pihak keamanan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *