Ekonomi

Warga Paluh Mutiara Giat Budidayakan Udang, Sambil Berbisnis

Sumutdaily | Langkat ~ Warga Dusun Paluh Mutiara, Desa Secanggang, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, giat membudidayakan udang paname. Bahkan desa tersebut kini menjadi kawasan pertambakan ikan dan udang terpadu.

Ketua Bidang Lingkungan H Jabarsyah didampingi pengusaha muda Emil Budiman Siba mengatakan, kegiatan budidaya udang di Dusun Paluh Mutiara sudah berlangsung cukup lama. Berawal dari tahun 1996, warga setempat hingga kini masih bertahan melakukan budidaya udang.

Kini mereka fokus pada udang paname, yang memiliki prospek bagus di pasar.

“Kegiatan budidaya ini sudah berlangsung cukup lama yaitu sejak tahun 1996. Artinya sudah berjalan sekitar 21 tahun. Hasilnya mampu meningkatkan taraf hidup warga nelayan di sini,” kata Jabarsyah pada saat panen raya di Dusun Paluh Mutiara, Minggu (15/1/2017).

Menurut Jabarsyah, dia tertarik untuk memberdayakan warga Desa Paluh Mutiara, karena kawasan tersebut sangat potensial untuk budidaya udang dan ikan. Namun, karena tidak terkoordinir, maka usaha warga tidak bisa berkembang.

Permodalan, kata Jabarsyah, pihaknya menggandeng pengusaha untuk melakukan kerjasama. Saat ini, para pemodal dikoordinir oleh pengusaha muda Emil Budiman Siba.

Pengusaha muda ini, kata Jabarsyah, selain putra Melayu juga memiliki ketertarikan pada bisnis tambak. Upaya keduanya membuahkan hasil cukup memuaskan. Kini Desa Paluh Mutiara menjadi kawasan pertambakan udang dan ikan masyarakat terpadu.

Begitupun, kata Jabarsyah, masih terbuka peluang cukup besar bagi pemilik modal untuk ikut menanamkan investasi di Desa Paluh Mutiara.

Jabarsyah mematok target pembuatan 100 tambak di kawasan Paluh Mutiara. Jika target itu terpenuhi, maka setiap hari mereka bisa melakukan panen.

“Saat ini baru kami bisa melakukan panen tiga bulan sekali dari 20 tambak yang sudah ada. Jadi 20 tambak itu dipanen serentak. Target kami ke depan akan membuat 100 tambak dan akan diisi benih secara bergiliran, sehingga setiap hari bisa panen,” katanya.

Jika target itu bisa terpenuhi, maka tingkat perekonomian warga setempat semakin terangkat. Selain meningkatkan penghasilan warga pemilik tambak, usaha ini juga mampu menampung 200 tenaga kerja.

Sementara Emil Budiman Siba mengatakan, pihaknya masih membuka kesempatan kepada para pemilik modal untuk menanamkan investasi dengan hasil yang sangat menguntungkan.

Menurut Emil, pengelolaan tambak dilakukan oleh tenaga profesional. Selain pemilihan benih unggul, perawatannya juga dilakukan oleh tenaga-tenaga profesional.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar tingkat kegagalan panen bisa ditekan sekecil mungkin. Selain merekrut tenaga-tenaga ahli di bidang perikanan, pemilihan bibit unggul, perawatannya juga dilakukan oleh tenaga-tenaga profesional. Intinya kita ingin terus berupaya agar hasil yang diperoleh bisa terus ditingkatkan,” jelasnya.

Diakui Emil, usaha budidaya udang di Desa Paluh Mutiara sudah mendapat respon positif dari pemerintah. Buktinya pada tahun 2002 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Rokhmin Dahuri dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah bersama tiga anggota DPR RI mengunjungi Dusun Paluh Mutiara untuk meresmikan kawasan ini sebagai kawasan pertambakan udang dan ikan masyarakat terpadu. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *