Ekonomi

Tak Tahan Lihat Perkelahian, Tariman Tewas Terduduk

Sumutdaily | Asahan ~ Diduga memiliki riwayat penyakit jantung, Tariman tidak tahan melihat keributan yang terjadi pada pesta pernikahan. Pria 56 tahun itu lemas dan meninggal dunia dalam posisi duduk.

Peristiwa itu terjadi di rumahnya Dusun VIII, Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (17/1/2017). Kapolsek Pulo Raja AKP Juriadi mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyelidiki kasus tewasnya Tariman.

Menurut Juriadi, pihak keluarga mengakui, korban sudah lama mengidap penyakit jantung. “Diduga korban terkejut akibat keributan yang terjadi,” katanya.

Peristiwa keributan itu berawal dari acara pernikahan dengan acara hiburan keyboard (organ tunggal) di rumah tetangganya Cecep Suhandi. Saat itu, salah seorang pengunjung Supriadi (25) warga Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhan Batu Utara, sudah dipengaruhi minuman keras. Supriadi memaksa untuk menyanyi, namun belum diizinkan.

Akibatnya pria itu ribut dan memicu perkelahian massal. Kalah jumlah, Supriadi pergi meninggalkan lokasi pesta.

Tak lama dia balik lagi bersama 6 rekannya menggunakan sepedamotor ke lokasi pesta. Mereka menggeber-geber sepedamotornya, sehingga memancing emosi warga.

Warga pun mengejar Supriadi. Lagi-lagi pria itu tak berani melihat banyaknya warga yang mengejar. Bersama teman-temannya Supriadi kabur.

Sayangnya baru 10 meter, dia sudah ketangkap warga. Begitupun Supriadi berusaha menghindari amukan warga dengan berlari ke rumah korban.

Melihat itu Tariman berusaha menolong Supriadi. Dia menarik masuk ke dalam rumahnya. Sementara warga juga tak mau kalah. Sehingga terjadi tarik menarik.

Upaya Tariman berbuah. Supriadi berhasil lolos dari amukan warga.

Sayangnya, usai menolong Supriadi, Tariman langsung lemas. Dia terduduk di kursi dan tak bangun-bangun.

Anak korban, Adi Sarmono (25) dan Mariati (35) terkejut melihat ayahnya seperti tertidur. Keduanya membangunkan Tariman, tapi pria itu juga bangun.

Setelah diperiksa, ternyata Tariman sudah meninggal dunia. Seketika warga heboh dan melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Polisi yang datang langsung membawa korban ke Puskesmas untuk memastikan apakah korban benar-benar meninggal dunia.

Menurut Kapolsek, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun bekas penganiayaan di tubuh korban. Selanjutnya jenazah Tariman diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (Azhar Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *