Ragam

Mayatnya Dihanyutnya di Sungai Gangga, 40 Tahun Kemudian Wanita Ini Kembali Lagi

Sumutdaily | India ~ Peristiwa tak lazim menghebohkan India. Seorang ibu berusia 82 tahun muncul kembali di rumahnya setelah 40 tahun lalu jenazahnya dihanyutkan di Sungai Gangga karena tewas dipatuk ular kobra.

Dilansir dari Oddity Central, Jumat (6/1/2017), pada 1976 lalu, seorang wanita India bernama Vilasa asal Desa Bidhoo, Kanpur, India, dipatuk ular kobra saat mencari pakan ternak.

Vilasa kemudian dibawa keluarganya ke tabib, tapi pengobatan itu gagal menghilangkan racun kobra. Wanita itu jatuh pingsan dan dinyatakan meninggal dunia.

Kepercayaan warga Hindu India, jika seseorang meninggal, maka jenazahnya dikremasi dan abunya dibiarkan tersebar di Sungai Gangga yang dianggap suci.

Namun untuk orang yang meninggal karena gigitan ular kobra, sebagian warga meyakini sungai suci itu akan menghilangkan racun dan membuat korban hidup lagi.

Namun keluarga Vilasa tidak berharap dia akan hidup lagi. Namun justru yang tidak diharapkan itulah yang terjadi.

Jasad Vilasa yang sudah dibungkus kemudian dihanyutkan di Sungai Gangga. Jasad itu kemudian ditemukan dua nelayan sedang mengapung di sebuah desa dekat perbatasan Kannuaj.

Mereka melihat Vilasa sebenarnya belum meninggal dan membawanya ke kuil setempat buat dirawat. Upaya itu berhasil dan Vilaya akhirnya sembuh total.

Tapi dia kehilangan ingatan dan tidak tahu siapa dirinya, berasal dari mana dan apa yang telah terjadi padanya.

Namun takdir perlahan-lahan berubah. Vilasa mengingat satu demi satu masa lalunya. Dia lalu menceritakan tentang dirinya kepada perempuan temannya selama tinggal di kuil.

Wanita teman Vilaya kemudian memberitahu pamannya bernama Chetram yang kenal dengan seseorang di desa asal Vilasa. Sang paman mengatakan mengetahui siapa Vilasa dan pernah menghadiri upacara kematiannya 40 tahun lalu.

Vilasa pun diantar pulang ke Desa Bidhoo, Kanpur untuk bertemu kedua putrinya.

Kedua putri Vilasa, Rum Kumari dan Muni mengaku sangat kaget begitu melihat ibunya berdiri di luar rumah mereka. “Kami langsung mengenali dia dari tanda lahirnya,” kata Muni.

Kini setelah 40 tahun terpisah, Vilasa bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. (sdc/merdeka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *