Hukum

Kasus Pencemaran Nama Baik RE Nainggolan di-BAP Jumat Ini

Sumutdialy | Medan – Rustam Efendi (RE) Nainggolan, akan diperiksa dan keterangannya dibuat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Subdit II/Cyber Crime Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut pada Jumat (29/12/2016) mendatang.

Pengambilan keterangan RE Nainggolan dalam BAP tersebut sekaligus membuat laporan polisi atas namanya dalam kasus pelanggaran Informasi Teknologi Elektronik (ITE) yang dialaminya melalui akun facebook.

“Itu kasusnya delik aduan. Jadi laporannya harus dibuat langsung oleh yang bersangkutan, tidak boleh diwakilkan. Dijadwalkan, RE Nainggolan akan di-BAP pada Jumat pekan ini, sekaligus membuat laporan resmi,” terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Selasa (27/12/2016).

Masih dalam dalam kasus ini, dalam waktu dekat penyidik juga akan memintai keterangan dua orang saksi. Penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada dua saksi dari pihak pelapor.

“Undangan (panggilan) untuk saksi sudah kita kirimkan hari ini (kemarin), tapi belum tahu untuk kehadirannya,” imbuh Nainggolan.

Sebelumnya, kuasa hukum RE Nainggolan, Ojak Nainggolan melaporkan akun facebook atas nama Benardo Sinambela karena telah melakukan pelanggaran ITE terhadap mantan Sekda Provsu tersebut dengan bukti STTLP/1623/XII/2016/SPKT I, pada Selasa (13/12/2016).

Menurut Ojak, Benardo Sinambela telah memposting tulisan yang menyudutkan kliennya, RE Nainggolan.

“Kita melaporkan Benardo Sinambela atas tulisan yang dipostingnya di facebook-nya. Tulisan itu menyudutkan RE Nainggolan, klien kami. Tulisan fitnah dalam postingan itu menggiring opini masyarakat yang bisa menimbulkan kebencian dan permusuhan antara suku dan agama,” sebut Ojak kepada wartawan di Mapolda Sumut.

Menurut dia, ada beberapa postingan yang dilakukan Benardo Sinambela di facebook yang menjadi persoalan tim kuasa hukum RE Nainggolan. Di antaranya, RE Naingggolan menjual isu pelestarian lingkungan Danau Toba tapi menerima CSR dari PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Selain itu, sambungnya, postingan yang dipermasalahkan yakni, RE Nainggolan juga pernah ditodong pistol oleh bandit lokal yang berkaitan dengan lobi-lobi proyek. Todongan itu membuat RE Nainggolan ciut dalam lobi-lobi proyek yang dijalankan menjadi tak sesuai rencana.

“Postingan itu di dalam akun facebook tersebut yang kita permasalahkan,” paparnya.

Dia menegaskan, RE Nainggolan tak pernah mengganti nama Jalan Sisimangaraja, Kampung Sihite Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi nama Jalan Julius Nainggolan.

Soalnya, kata dia, nama jalan itu berubah berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh Bupati untuk penabalan nama jalan tersebut.

“Melalui SK Bupati untuk penamaan jalan itu bukan RE Nainggolan. Persoalan keberatan masyarakat dan Benardo, harusnya ditujukan kepada Pemkab bukan kepada RE. Tulisan itu membuat opini yang jelek tentang RE. Selama ini masyarakat mengidolakan RE, menjadi berubah,” sebutnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyatakan, setiap laporan yang masuk selalu akan diproses. “Ya diproses, itukan laporan. Bagaimana prosesnya, lihat nanti, itukan ada tahapan-tahapannya,” tandasnya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *