Ekonomi

Cabai Penyumbang Terbesar Inflasi Sumut

Sumutdaily | Medan ~ Komoditas cabai menjadi penyumbang terbesar inflasi Sumatera Utara (Sumut). Hingga November 2016 angka inflasi Sumut mencapai angkat 6,13 persen dan 4,2 persen disebabkan oleh komoditas cabai.

“Tingginya inflasi tersebut memang terkait dengan gangguan produksi khususnya cabai merah yang disebabkan oleh adanya virus kuning dan virus keriting dan dampak erupsi Gunung Sinabung. Faktor ini memang diluar kendali kita,” kata Gubernur Sumut dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2016, di ruang Kuala Deli Lt. 9 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jalan Balai Kota, Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/12/2016).

Jika cabai merah tidak menjadi penyumbang inflasi, kata Erry, maka inflasi Sumut dari Januari sampai dengan November bisa ditekan di angka 1,93%.

Gubsu juga yakin dan berterimakasih kepada TPID Sumatera Utara telah bekerja sebaik mungkin untuk mengendalikan inflasi di Sumut. Hal itu terlihat dari harga-harga pangan lain khususnya beras yang merupakan bahan pangan pokok masih sangat terkendali. Selain itu, inflasi administrade prices juga relatif rendah dan inflasi dari kelompok inti juga tidak terlalu tinggi dan kenaikan inflasi kelompok ini memang terkait dengan membaiknya permintaan masyarakat yang mengindikasikan perbaikan ekonomi Sumatera Utara.

Gubsu memandang perlu adanya diversifikasi sektor ekonomi agar ekonomi lebih tahan terhadap pergolakan ekonomi global. Disamping itu, lanjutnya, Sumut harus berupaya mengembangkan sektor “tradisional” yang memang menjadi sektor utama ekonomi Sumatera Utara. Di antaranya dengan membangun industri-industri yang memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada ekonomi domestik. “Pembangunan KEK Sei Mangkei dan pelabuhan Kuala Tanjung di antaranya adalah untuk pengembangan indusrti pengolahan yang lebih maju,” katanya.

Untuk itu Gubsu mengimbau agar TPID tetap bekerja meningkatkan koordinasi secara konsisten melaksanakan roadmap pengendalian inflasi. “Sehingga kita bisa berharap inflasi Sumatera Utara pada pada level 4 sampai 1 persen,” ujar Gubsu.

Hadir pada acara itu anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Difi A Johansyah, Kepala Perwakilan BI Yogyakarta Arif Budi Santoso, perwakilan Bank Sumut, perwakilan pelaku usaha di Sumut dan segenap asosiasi. (sugandi siagian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *