Ekonomi

Menteri Susi Bilang Pasokan Melimpah, Tapi di Medan Harga Ikan Melambung

Sumutdaily | Medan – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, pasokan ikan dan biota laut di sejumlah kawasan perairan nasional melimpah. Ini merupakan bukti komitmen kebijakan pemerintah yang menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

Anehnya harga jual ikan di beberapa pasar tradisonal di Medan melambung tinggi. Harga ikan yang biasanya dijual paling murah saja, melambung hingga dua kali lipat.

“Ikan di sini sudah banyak karena kebijakan yang pemerintah buat. Saya berharap ini tetap seperti ini, bahkan lebih banyak lagi dan lagi. Pak Presiden (Joko Widodo) kita sangat komitmen ingin memproteksi melindungi sumber daya laut untuk menjadi masa depan bangsa ini,” ujar Susi di Kebun Kima, Negeri Morella seperti dilansir Antara, Sabtu (17/12/2016).

Kebun Kima merupakan upaya nyata penggabungan konservasi jenis ikan dilindungi dengan pariwisata yang berkelanjutan. Tujuan pengembangannya untuk pelestarian lingkungan, wisata bahari, stasiun penelitian dan pengkayaan populasi kima.

Untuk itu Menteri Susi mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk konsisten menjaga kelestarian laut. “Percuma saja kalau pemerintah pusat sudah larang, tapi pemerintah daerahnya mengijinkan, perikanan laut bisa mati,” katanya.

Sementara itu di Medan, harga ikan di beberapa pasar tradisonal melambung tinggi. Di Pasar Sei Sikambing Medan, misalnya. Berdasarkan pantauan Sumutdaily.com, selain harganya yang mahal, pasokan juga minim.

Ikan kakap dijual para pedagang hingga Rp 75 ribu perkg. Biasanya ikan jenis ini hanya Rp 60 ribu – Rp 70 ribu/kg. Sedangkan ikan paling murah, seperti gulama dan tongkol kayu yang biasanya dijual Rp 15 ribu/kg, melambung hingga Rp 32 ribu/kg.

Ketika ditanya tentang program Menteri Susi yang mengatakan, pasokan ikan berlimpah, Rani, seorang ibu rumah tangga justru mencibir. “Suruh saja dia (Menteri Susi, red) ke pasar ini. Lihat saja sendiri, bagaimana harganya. Kalau pasokan berlimpah, tentu harganya tak mahal dan mencekik leher seperti hari ini,” katanya. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *