Peristiwa

Ditikam Anak Tiri, Imam Masjid Kritis

Sumutdaily | Medan – Seperti memelihara anak harimau. Pepatah itu sangat pas untuk menggambarkan nasib yang dialami H Maksum Harahap (62). Bagaimana tidak, dipelihara sejak umur 12 tahun dengan penuh kasih sayang, setelah dewasa malah sang anak hendak membunuh Maksum.

Adalah Edi Santoso (31) anak durhaka itu. Dia merupakan anak tiri Maksum. Keduanya tinggal di Jalan Kebun Rambung, Lingkungan 33, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Jumat (8/12/2016) lalu, Maksum yang bekerja sebagai penarik becak bermotor (betor) dan imam masjid Al Hidayah di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Paya Pasir itu, ditikam Edi. Dugaan sementara, perlakuan itu dilakukan Edi berlatar rasa cemburu.

Peristiwa itu terjadi saat maksum hendak beranjak mengantar anak sekolah pelanggannya. Namun sebelum berangkat mencari nafkah, pria yang memiliki 5 anak tiri ini, mengeluarkan burung peliharaannya.

Saat itulah, Edi mengejar dan menghunjamkan pisau ke leher dan bayu ayahnya. Maksum menjerit dan berlari sekencangnya untuk menghindari tindakan membabi buta Edi.

Akibat perbuatan Edi, Maksum mendapat luka tikaman lima liang di leher dan bahu. Kini dia dirawat di RS Ameta Sejahtera.

Kepada wartawan, Maksum mengaku, tidak tahu penyebab tindakan Edi. Namun, berdasarkan keterangan adik pelaku bernama Eli, pelaku cemburu dan dendam dengan korban.

“Memang anak tiriku yang perempuan ada bicara denganku, katanya abangnya cemburu dan dendam kepadaku,” jelas Maksum.

Peristiwa itu sudah dilaporkan Sulastri, istri korban ke Mapolsek Medan Labuhan. “Laporan sudah kita terima. Nanti setelah kondisi korban membaik, baru kita periksa,” kata petugas SPKT Polsek Medan Labuhan.(sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *