Peristiwa

Astaga! Setiap Minggu 3 Kg Sabu Terbang dari Bandara KNIA

Sumutdaily | Medan – Pengakuan empat kurir sabu asal Bandung yang ditangkap petugas Avsec Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) sangat mengejutkan. Setiap minggu mereka sukses membawa 3 kg sabu dari bandara itu.
 
Keempat tersangka yang ditangkap adalah Ega Yosanda (24), Dewanda Hendrian (18), Yusuf Permana (19) dan Erwin Rusdiana (29). Kelompok ini diamankan petugas Bandara KNIA saat hendak terbang ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (5/12/2016) sekira pukul 08.00 WIB.
 
Namun diluar keempat warga Kota Bandung, Jawa Barat itu, masih ada satu kelompok lagi yang berjumlah empat orang dan rencananya terbang bersamaan dengan Erwin Rusdiana dan kawan-kawan.
 
Berdasar pengakuan pelaku, diketahui mereka berani membawa sabu berkilo-kilo dengan menggunakan pesawat karena pengawasan dan pengamanan di Bandara Kualanamu sangat lemah. Hal itu dibuktikan, selama 2 bulan terakhir, setiap pekan mereka tiba di Medan dan membeli sabu sebanyak 3 kilo lalu membawanya dengan naik pesawat.
 
“Ya, karena selalu lolos makanya kami berani bawa sabu dengan menggunakan pesawat,” ujar pelaku.
 
Kasat Narkoba Polres Deli Serdang AKP Zulkarnain kepada wartawan, Selasa (6/12/2016) mengatakan, dari pengakuan tersangka Erwin Rusdiana, saat keempat tersangka menginap di hotel Kanasa di Jalan Dolok Sanggul, Medan, ada delapan paket sabu yang total keseluruhan 6 kilogram sudah dipacking dan  disembunyikan di plafon kamar hotel untuk diselundupkan ke Jakarta. Empat paket dibawa Erwin Rusdiana cs dan empat paket lagi akan dibawa satu kelompok lagi yang berjumlah empat orang.
 
Namun saat Erwin Rusdiana cs tertangkap, satu kelompok lagi berjumlah empat orang yaitu Weni, Suntoro, Deden Supriatna dan Tio Septian yang membawa empat paket sabu masing-masing seberat 750 gram atau totalnya 3 kg, tidak jadi check in dan langsung melarikan diri. Dari pengakuan Erwin Rusdiana, uang yang ada dalam rekeningnya itu merupakan dana operasional untuk menyelundupkan sabu. Uang itu berasal dari bos mereka bernama Dodi Ribut.
 
“Namun untuk order terakhir Erwin Rusdiana yang mengantar sehingga merekrut tiga orang lagi,”tegas Zulkarnain.
 
Lanjutnya, dari pengakuan Erwin Rusdiana, kelompok yang tidak jadi berangkat itu dalam dua bulan terakhir berhasil meloloskan sabu seberat 3 kg per pekan melalui Bandara Kualanamu.
 
”Pengembangannya sudah terputus, karena tersangka komunikasi via BBM dan langsung dihapus sehingga tidak bisa terdeteksi lagi. Kelompok kurir ini terus melakukan perekrutan anggota baru untuk menjadi kurir,” katanya. (sdc) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *