Ekonomi

Harga Kios Pasar Titi Kuning Selangit, Pedagang Ngadu ke DPRD Medan

Sumutdaily | Medan – Pedagang Pasar Titi Kuning Medan, Sumatera Utara mengeluh. Tak hanya terkait lambannya proses revitalisasi, tapi juga mahalnya harga kios.

Untuk itu Komisi C DPRD Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Titi Kuning. Mereka akan mendorong pengembang Pasar Titi Kuning agar ‘mengebut’ revitalisasi untuk menghindari konflik maupun keberatan dari para pedagang.

Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Boydo Panjaitan menyebutkan, pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Titi Kuning menindaklanjuti laporan dari sejumlah pedagang yang keberatan terhadap revitalisasi di pasar Titi Kuning. Selain itu, pedagang juga mengeluhkan harga jual pasar diatas harga kesepakatan.

“Beberapa pedagang ada yang melapor ke Komisi C terkait revitalisasi, selain itu ada juga yang mengeluhkan soal harga kios yang melebihi harga kesepakatan,” imbuhnya kepada wartawan melalui telepon selulernya, Selasa (6/12/2016).

Namun, kata Boydo, saat sidak tersebut pihaknya tidak ada mendapati harga jual kios di atas kesepakatan. Menurutnya, harga tersebut masih sesuai kesepakatan, yakni Rp3 juta. “Tidak ada yang berbeda. Harga kiosnya masih Rp3 juta,” bilangnya seraya mengaku pihaknya hanya bertemu dengan Kepala Pasar dan Kepala Pembangunan.

Sedangkan untuk pembangunan pasar, Boydo pesimis pengembang dapat menyelesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Bayangkan saja, sampai saat ini, masih pondasi saja yang dikerjakan. “Mereka harus kebut supaya tidak ada keberatan dari pedagang. Kalau seperti ini, bagaimana bisa ada pembeli yang mau datang ke pasar. Tentu ini mempengaruhi omset para pedagang,” jelasnya.

Sementara pengembang Pasar Titi Kuning, Hendy Ong, mengaku pihaknya masih bekerja sesuai dengan jadwal. Hendy pun berkeyakinan pembangunan tersebut akan tuntas pada Juni 2018.

“Sesuai target dengan Pemko Medan, kita masih on the track dan dapat menyelesaikannya pada Juni 2018. Memang, dalam pembangunan pasar Titi Kuning memakan waktu lama untuk proses pengecoran,” jelasnya.

Dikatakannya, sebanyak 198 pedagang juga telah direlokasi untuk sementara waktu ke lahan kosong yang ada di sebelah pasar. “Kita baru selesai melakukan pemindahan, jadi baru bisa bangun yang di depan. Kalaupun sudah selesai lantai satu, lantai dua dan berikutnya cepat selesai,” timpalnya seraya menjelaskan pihaknya hanya bisa bekerja setengah hari dikarenakan masih adanya aktifitas jual-beli di pasar tersebut. (Sugandhi Siagian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *