Hukum

Capek Menangkap Maling Pisang Miliknya, Pria Ini Harus Kecewa. Kenapa Ya?

Sumutdaily | Medan – Beginilah nasib petani. Susah payah merawat tanaman yang manen maling. Sialnya, saat malingnya ketangkap dan diserahkan ke kantor polisi, kasusnya tidak bisa diproses. Walah kasihannya.

Adalah Junaidir Baru, petani sial itu. Dia bersama warga Dusun IV, Desa Sigara-gara, Kampung Karo, Patumbak, Deliserdang, Suamtera Utara, Sabtu (3/12/2016) sore, berhasil menangkap Ari.

Warga jalan Pertahanan, Gang Masjid, Patumbak itu pun kemudian digiring ke Polsek Patumbak.

Kepada wartawan Junaidi Baru menyampaikan keluh kesahnya. “Coba abang bayangkan, sudah sering kali pisangku hilang. Sudah capek-capek aku menanam dan merawatnya selama setahun, eh enak aja dia (Ari, red) yang manen. Ruginya nggak besar, tapi sakitnya itu bang,” aku Junaidi.

Taat pada hukum, Junaidi mengaku, harus menahan emosi begitu Ari berhasil mereka tangkap. Selama ini sudah berkali-kali mereka melakukan pengintaian, tapi Ari terlalu lihai dan tidak pernah tertangkap tangan.

Namun lagi-lagi Junaidir harus menelan kekecewaan. Pasalnya, petugas SPK Polsek Patumbak tak menerima kasus itu. Polisi menyarankan, agar kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Karena adanya Peraturan Mahkamah Agung (MA) No.2 tahun 2012, kasusnya belum bisa diproses. Jadi kita sarankan untuk menyelesaikanya secara kekeluargaan,” kata salah seorang petugas SPK Polsek Patumbak. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *