Ekonomi

Mantap! 3 Hari Gelar Pojok Pelayanan Pembayaran PBB, Dispenda Berhasil Kumpulkan Rp 8,2 M

Sumutdaily | Medan – Pojok Pajak Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan dalam rangka meningkatkan hasil pemungutan PBB terbilang cukup berhasil. Selama tiga hari digelar di empat lokasi di Kota Medan, instansi ini berhasil memungut sebesar Rp 8,2 miliar dari 9.000 lebih masyarakat selaku wajib pajak. Dengan demikian capaian Dispenda sampai saat ini telah melewati angkat 90 persen dari target PBB yang ditetapkan yakni Rp 386 miliar.

Keberhasilan Dispenda ini disampaikan Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi ketika menutup PBB Fair 2017 di Merdeka Walk, Rabu (30/11/2016) malam. Dengan sisa waktu sebulan lagi sebelun tahun 2016 berakhir, Eldin berharap agar seluruh jajaran Dispenda terus bekerja keras untuk memenuhi target tersebut.

“Minimal mendekati target yang telah ditetapkan. Saya yakin dengan kerja keras dan semangat kebersamaan, Dispenda dapat mewujudkannya. Apalagi masih banyak warga yang menunggak membayar kewajiban PBB-nya,” kata Walikota.

Melihat animo masyarakat cukup besar mendatangi pojok pelayan pembayaran PBB di 4 lokasi yakni Jalan Ring Road Gagak Hitam (depan Home Centra), Suzuya Jalan Brigjen Katamso, Supermarket Irian Marelan dan Merdeka Walk Jalan Balai Kota, Eldin menilai kesadaran masyarakat membayar pajak mulai tinggi.

“Atas nama Pemko Medan, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi membayarkan pajaknya sehingga dalam tiga hari ini kita berhasil mendapatkan Rp 8,2 miliar. Artinya, masyarakat kini mulai mengetahui bahwasannya pajak yang mereka bayarkan itu digunakan untuk membiayai pembangunan di Kota Medan,” ungkapnya.

Oleh karenanya Eldin berharap kesadaran masyarakat membayar pajak, terutama PBB ini harus terus ditingkatkan sehingga roda pembangunan kota dapat berjalan dengan lebih baik dan optimal. Apalagi Pemko Medan telah menyiapkanberbagai rencana pemabngunan kota yang selaras dengan kebutuhan maupun kepentingan masyarakat.

“Insya Allah melalui pembayaran PBB yang saudara titipkan kepada pemko Medan akan digunakan dan dimanfaatkan untuk berbagai rencana pembangunan kota, mulai dari pembangunan infrastruktur dan suprastruktur berbagai sarana dan prasarana pembangunan, perbaikan berbagai layanan publik yang semakin humanis hingga pembangunan menyentuh langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih Pemko Medan kepada masyarakat yang telah membayar PBB, Dispenda bekerjasama dengan Bank Sumut menyediakan sejumlah hadiah menarik seperti rice cooker, kipas angin, kulkas, televisi. Bahkan, 2 unit sepeda motor disediakan sebagai hadiah utama bagi warga yang beruntung melalui lucky draw.

Proses pembagian hadiah pun cukup transparan. Begitu kupon ditarik dan pengunjung berada di lokasi, langsung mendapatkan hadiah. Sedangkan yang tidak hadir, pihak Dispenda dan Bank Sumut tidak membatalkannya tetapi akan menghubungi kembali via handphone untuk menyerahkan hadiah tersebut.

Untuk hadiah utama, satu pengunjung langsung mendapatkan sepeda motor setelah kuponnya ditarik Wali Kota. Sedangkan pemenang satu unit sepeda motor, tidak lagi berada di lokasi acara. Kadispenda Kota Medan, H.M Husni didampingi Pimpinan Cabang Koordinator Medan PT Bank Sumut, Syafrizal Syah sempat menghubungi sebanyak 5 kali.

Lantaran tidak diangkat, kupon itu pun dibatalkan dan dilakukan penarikan ulang. Untuk yang kedua ini, setelah tiga kali ditelepon barulah diangkat. Setelah sempat tidak menyangka menjadi pemenang, warga itu akhirnya bersorak kegirangan setelah mengetahui mendapatkan hadiah 1 unit sepeda motor hanya karena membayar PBB.

Kadispenda Kota Medan, H.M Husni SE MSi menegaskan, seluruh jajarannya akan bekerja secara maksimal untuk memanfaatkan sisa waktu sebulan ini guna memenuhi target PBB. Salah satu opsi, Dispenda dan Bank Sumut akan membentuk satgas di 21 kecamatan di Kota Medan.

Dikatakan Husni, satgas-satgas inilah yang nantinya akan menjemput bola langsung mendatangi masyarakat yang masih menunggak membayar PBB. “Kita masih memiliki waktu sebulan lagi. Untuk itu kita akan memaksimal pemungutan PBB yang masih tertunggak dengan melibatkan pihak kecamatan, kelurahan dan lingkungan. Insya Allah dengan kerja keras yang kita lakukan, kita berupaya untuk memenuhi target tersebut, minimal mendekatinya,” ungkap Husni. (sus/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *