Pendidikan

KPK Larang Pengutipan Uang Komite, DPRD Medan Sepakat

Sumutdaily | Medan – DPRD Medan sepakat dengan peringatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melarang sekolah memungut uang komite sekolah kepada siswa. Terlebih dalih pengutipan uang komite untuk peningkatan mutu pendidikan dan gaji guru honor, dinilai sarat penyimpangan.

Itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE kepada wartawan, Kamis (1/2/2016). “Uang komite sangat memberatkan orangtua murid. Sangat disayangkan dana komite dinikmati oknum tertentu bahkan menjadi ajang korupsi,” ujar Ihwan Ritonga.

Politisi Gerindra ini setuju pengutipan uang komite di sekolah negeri tingkat SLTA dihapus, karena dasar pengutipan dan peruntukan tidak jelas.

Jika untuk perbaikan bangunan dan mobiler sekolah sudah ada dialokasikan di APBD. Begitu juga untuk insentif dan kesejahteraan guru juga juga sudah jelas anggarannya dari pemerintah.

“Jika hanya untuk menggaji guru honor, Dinas Pendidikan supaya mengajukan alokasi dana di APBD. Kita (DPRD-red) pasti mendukung dan mendorong supaya Dinas Pendidikan mengajukan anggaran gaji guru honor di APBD,” sebut Ihwan Ritonga.

Sebelumnya, Divisi Pencegahan Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Sumatera Utara, Edi Surianto ketika melakukan pemaparan telah mengingatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota maupun Propinsi serta para kepala sekolah (kepsek) untuk tidak lagi melakukan kutipan uang komite.

Edi Surianto mewarning Disdik dan Kepsek jika selama ini penggunaan dana komite sekolah disinyalir sebagai ajang korupsi. “Penggunaan dana komite rawan penyimpangan. Alasannya untuk gaji guru honor, Ini tidak boleh. Jika hanya untuk honor tenaga pengajar, pihak Dinas silahkan anjukan di APBD,“ terang Edi.

Edi menyebut pihaknya (KPK-red) saat ini sedang mendalami dan mengumpulkan informasi terkait dugaan penyelewengan dana komite sekolah di kota Medan. “Itu rawan penyimpangan, saran saya, kutipan uang komite itu distop saja. Sedangkan untuk honor tenaga pengajar supaya ditanggung di APBD,“ ujar Edi. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *