Sumut Today

Taksi Online Dinilai Tak Patuhi Persyaratan, Supir Taksi Organda Ngadu ke Walikota Medan

Sumutdaily | Medan – Maraknya taksi online menimbulkan kekhawatiran bagi para supir taksi yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda). Mereka pun mengadukan nasibnya ke Walikota Medan HT Dzulmi Eldin.

Didampingi Asisten Administrasi Umum Ikhwan Habibi Daulay SH, Kepala Dinas Perhubungan Renward Parapat SH dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Drs Abdul Azis, Walikota menerima para supir taksi di rumah dinasnya di Jalan Sudirman Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/11/2016).

Dewan Pimpinan Unit Taksi Organda Medan Timbangan Ginting didampingi Dewan Pengurus lainnya, mengeluhkan keberadaan Taksi online yang tidak peduli adanya persyaratan Perhubungan dalam hal ini tentang peraturan Pertaksian. Selain tidak berbadan hukum juga berplat hitam hal ini merugikan Organda unit taksi.

Menurut Ginting, beropersinya taksi online sangat berdampak kepada pendapatan para supir taksi Organda. Akibatnya sumber semakin berkurang. Selain itu para supir taksi Organda banyak yang keluar dan menjadi supir taksi online.

“Kami mohon hal ini ditertibkan selain merugikan pendapatan daerah juga keberdaan Taksi Online ini ilegal. Kami siap bersaing bila keberadaannya legal, dan kami bukan alergi dengan IT,“ ujar Timbangan Ginting.

Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin mengatakan, fenomena seperti ini tidak saja terjadi di Kota Medan tetapi juga terjadi di kota-kota besar lainnya. Untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah Kota Medan akan menggelar pertemuan dengan pihak pengelola taksi online, Unit Taksi Organda serta dinas dan instansi terkait lainnya.

Keberdaan taksi online juga mengganggu pendapatan pajak daerah, sebab mereka tidak memiliki izin. “Jadi bila tidak ada izin akan diproses secara hukum. Setelah dilakukan pertemuan nanti ternyata tidak mengindahkan peraturan dan masih juga beroperasi, akan dilakukan aksi di lapangan yang melibatkan Dishub, Organda, BBPT, Dinas Kominfo dan Dinas terkait lainnya,” janji walikota. (Sugandhi Siagian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *