Ragam

Muntahan Ikan Paus, Membuat Nelayan Ini Kaya Mendadak

Sumutdaily | Muscat – Seorang nelayan di Oman seperti memenangkan jackpot setelah dia menemukan muntahan ikan paus yang terapung di perairan wilayah Qurayat, Oman, 30 Oktober 2016 lalu. Nelayan bernama Khalid Al Sinani ini akan berhenti menjadi nelayan dan akan beralih ke bisnis properti.

Muntahan ikan paus atau juga disebut ambergris adalah bahan pembuat parfum. Zat lembut seperti lilin itu yang disekresikan dari usus ikan paus sperma.

Ambergris sering ditemukan mengambang di laut tropis dan kini menjadi buruan nelayan. Menemukan ambergris seperti menemukan onggokan emas. Tak heran zat ini sering juga dinamakan emas terapung.

Khalid cerita saat pulang melaut dia mencium bau busuk dari kejauhan. Setelah dicari, ternyata itu adalah muntahan ikan paus. Dia menemukan apa yang selama ini diimpikannya.

“Selama 20 tahun sejak saya pertama sekali melaut bersama ayah, saya selalu memimpikan menemukan muntahan ikan paus. Mimpi saya kini menjadi kenyataan,” katanya seperti dikutip dari laman Gulfnews.com.

Khalid kemudian mengumpulkan muntahan ikan paus seberat 60 kg itu dan mengangkatnya ke perahu.

Diperkirakan muntahan ikan paus yang ditemukan Khalik bisa dijual dengan harga Rp 33,7 miliar. Sehingga ketika ada perusahaan parfum setempat yang menawar dengan harga Rp 187 juta per kilogram, Khalid menolaknya.

Pada bulan Novembe 2015 lalu, dua nelayan Oman juga pernah menemukan menemukan benda serupa dari paus sperma yang mati dan terdampar di Pantai Fooshi, Provinsi Saadah, Oman Selatan.

Laut Oman menjadi terkenal karena sering ditemukan muntahan ikan paus. Muntahan itu berasal dari paus sperma yang mengalami iritasi perut akibat makanan yang tidak bisa dicerna seperti paruh cumi-cumi.

Tak heran merek-merek parfum dari Oman, salah satunya Amouage merupakan merek parfum mewah internasional paling mahal di dunia. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *