Hukum

Demi Ganja, Sitepu Bertaruh Nyawa di Zona Merah Sinabung

Sumutdaily | Tanah Karo – Amuk Sinabung menimbulkan penderitaan teramat sangat bagi warga di sekitar gunung tertinggi di Sumatera Utara ini. Mereka tidak saja harus kehilangan tempat tinggal, tapi juga mata pencaharian.

Inilah yang membuat warga yang tergusur dari kaki Gunung Sinabung, banyak yang bertindak nekad. Terkadang mereka harus bertaruh nyawa menembus zona berbahaya atau zona merah yang sudah ditetapkan sebagai daerah terlarang. Mereka secara sembunyi-sembunyi merawat tanaman yang harus ditinggal untuk mengungsi.

Lain cerita dengan Rahmat Jana Sitepu. Pria 44 tahun warga Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara ini, justru memanfaatkan zona merah untuk berladang ganja. Sitepu nekat menerobos zona mereka, karena sudah terdesak kebutuhan ekonomi. Soalnya dia sudah tidak lagi bisa bercocok tanam sebagai penyangga kehidupan keluarganya.

Halaman Sekolah Dasar (SD) Inpres yang sudah tidak lagi dipergunakan, ditanaminya ganja. Namun belum sempat panen, upayanya berhasil digagalkan petugas. Jumat (4/11/2016) lalu petugas Polres Tanah Karo mengetahui perbuatannya yang melanggar hukum.

Petugas pun berhasil menangkap Sitepu. Sedangkan sekitar 58 batang ganja berusia 2,6 bulan dibabat petugas.

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto pun menaruh perhatian besar atas ulah Sitepu. Sabtu (5/11/2016) kemarin, orang nomor dua di Polda Sumut itu meninjau ladang ganja.

“Ladang ganja ini sebelumnya ditemukan Polres Tanah Karo, Jumat sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasinya di perladangan tanah lapang SD Inpres, masuk zona merah Gunung Sinabung,” kata Wakapolda didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting.

Dikatakan Wakapolda, dari perladangan ganja itu petugas mendapati 58 batang dengan usia tanam 2,6 bulan.

Lebih lanjut mantan Wakapoltabes Medan ini menjelaskan, penemuan ladang ganja di Zona Merah Gunung Sinabung itu merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat.

“Jadi awalnya, personel Satres Narkoba Polres Tanah Karo menerima informasi dari masyarakat ada tanaman ganja di Desa Berastepu. Menerima laporan itu, anggota lantas melakukan penyelidikan,” jelas Wakapolda.

Hasilnya, ternyata benar. Sitepu sendiri ditangkap ketika datang ke ladang miliknya. (MTTC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *