Hukum

Sat Narkoba Tanjungbalai Ungkap Kasus Langka

Tanjungbalai,Sumutdaily : Sat Narkoba Polres Tanjung Balai menangkap tersangka Haryono alias Ono yang diduga kurir jaringan  Internasional. Sabtu (29/10/2016) sekira pukul 14.00 Wib.

Tersangka adalah warga Provinsi Jawa Timur Surabaya, dan jenis narkoba yang diamankan bukan jenis biasa, melainkan serbuk Heroin atau morfin yang berasal dari luar negeri.

“Ya, pelakunya berasal dari Surabaya membawa 1 Kg Heroin dan 1/2 Kg Sabu, narkoba ini disebut-sebut milik orang Jakarta berinisial A, pelaku di beri upah sebesar Rp. 5 Juta hingga 10 Juta setiap pengantaran paket tersebut ke Jakarta” ungkap Kapolres Tanjung Balai AKBP Ayep Wahyu Gunawan Didampingi Kasat Narkoba AKP Muhammad Yunus Tarigan SH dan Kasubag Humas AKP Y Sinulingga kepada sejumlah wartawan saat pemaparan tersebut. Senin (31/10/2016).

Atas penangkapan itu, kata Kapolres, pihaknya tidak berhenti sampai disini, dan akan terus memburu pengedar serta bandar narkotika yang berada di wilayah hukumnya.

“akan terus kita buru, kita komit memberantas narkoba di wilayah Tanjung Balai ini,karena ini kasus langka atau jarang terjadi maka kita berkoirdinasi dengan dirnarkoba poldasu dan bnn provsu serta mabes polri,khusus kasus heroin ini akan kita kembangkan terus”, tegas Ayep.

Informasi yang dihimpun awak media tersangka Haryono alias Ono (29) warga Mojoklanggru lorong IV RT/RW 005/002 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubek, Surabaya ditangkap di dalam kamar Hotel Ananda no 29 yang berlokasi di Jalan MT Haryono Kelurahan Karya Kecamatan Tanjung Balai Selatan pada hari Sabtu (29/10/2016) sekira pukul 14.00 Wib.
2016
Dari tangan tersangka, Barang bukti yang berhasil diamankan yakni,  sebanyak 1 bungkus plastik berlakban warna coklat berisikan diduga narkotika jenis heroin atau morfin dengan berat kotor 1000 Gram, 1 bungkus plastik berlakban warna coklat berisi serbuk kristal diduga sabu seberat 500 Gram,  uang tunai Rp. 900.000,- 1 unit HP merk Nokia warna Biru, 1 unit HP merk Advan warna putih dan 1 unit HP Nokia warna Hitam.

Adapun modus operandi peredaran narkoba itu, dimana Haryono alias Ono bertugas sebagai kurir mengambil barang haram tersebut dari tanjungbalai dan mengantarkannya  ke Jakarta atas perintah Acong (warga Jakarta)  dengan imbalan sebesar Rp.10 juta dengan rincian sebesar Rp.5 Juta dibayar didepan.

Setelah setibanya di Jakarta, barulah sisa imbalan sebesar Rp.5 Juta lagi diserahkan kepada Haryono melalu Acong. “itu atas hasil pengakuan tersangka saat diperiksa, paling tidak kita sudah memutuskan mata rantai jaringan narkoba ini” tambah Kapolres. (Azhar Nasution)

 

Barang Bukti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *