Ekonomi

DPRD Medan Tak “Bernyali” Tolak Penambahan Anggaran Penertiban Reklame Liar Rp 1,2 M Pada P-APBD

Sumutdaily | Medan – Meski diawal bersikap akan menolak penambahan penertiban reklame liar senilai Rp1,2 miliar pada Perubahan APBD 2016, sepertinya tak punya nyali. Buktinya mereka akhirnya menyetujui permohonan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) untuk melanjutkan kegiatan tersebut.

“Sudah kita setujui saat rapat pembahasan dengan Dinas TRTB kemarin,” kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Medan, HT Bahrumsyah, Kamis (27/10/2016).

Penambahan alokasi tersebut, menurut Bahrumsyah, melalui catatan tersendiri. Di antaranya harus diikuti upaya penegakan hukum dapat terlaksana. Sebab sampai hari ini pihaknya melihat, masih banyak reklame liar yang berdiri di 13 ruas terlarang sesuai aturan. “Bahkan ada potensi bertambah di zona merah yang dilarang tersebut,” katanya.

Di samping itu pihaknya menegaskan, harus ada komitmen dari aparatur Pemko Medan terkait penegakan peraturan daerah (perda) ini. Di mana sebelumnya telah disepakati bersama antara DPRD dan Pemko Medan. “Jadi tindaklanjutilah perda itu agar di sisa dua bulan ini pekerjaan tersebut bisa clear (selesai). Karena jangan lagi persoalan ini dibawa di 2017. Sebab di 2017 mulai masuk visi-misi wali kota,” katanya.

Anggota Komisi B ini juga mengingatkan, jangan lagi seluruh program Eldin-Akhyar pada 2017 mendatang tidak mampu diaplikasi oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Demi alasan penegakan perda, kalau memang anggaran kurang, kami sepakat agar itu ditambah. Namun jangan setelah anggaran sudah kita realisasikan, tidak berbanding lurus dengan program yang ada. Sebuah kegiatan tentu harus ada tolak ukur. Bila alasan anggaran kurang, kita tambah anggaran sehingga tidak ada lagi alasan-alasan semacam itu,” jelasnya.

Ia juga menilai, dengan sinergitas legislatif dan eksekutif dalam rangka penganggaran ini, mampu menjaga marwah Pemko Medan di mata masyarakat. Di mana selain program pembangunan berjalan, peningkatan pelayanan publik terus ditingkatkan, serta penegakan aturan juga maksimal diterapkan.

“Karena itu simbol. Ketika orang melihat jalan di kota ini, ada tampilan seperti kebersihannya tertata dengan baik. Begitu juga didalamnya tampak ada keindahan dan estetika kota. Jadi saya pikir ini merupakan langkah awal (di PAPBD), setelah itu rencana strategis bisa kita bahas di RAPBD 2017,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan akan lebih cermat melihat alokasi anggaran pada Perubahan PAPBD 2016. Salah satu nomenklatur yang mendapat sorotan yakni mengenai tambahan anggaran penertiban reklame Rp1,2 miliar oleh Dinas TRTB. “Kami kira sebelum ada pertanggungjawaban atas kegiatan tersebut, nantinya akan kita evaluasi lagi,” ucap Anggota Banggar DPRD Medan Jumadi, Senin (24/10/2016) lalu.

Dia menjelaskan, pihaknya juga akan mempertanyakan pemakaian anggaran penertiban reklame dalam pembahasan P-APBD 2016 pekan depan. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *