Hukum

Gusur PK5, Kasatpol PP Medan Dikejar Preman Berclurit

Sumutdaily | Medan – Aksi pembersihan lapak pedagang kaki lima (PK5) yang dilakukan petugas Satpol PP di Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat, Medan, Sumatera Utara sempat ricuh, Rabu (26/10/2016). Sejumlah warga setempat beserta preman yang selama ini menerima keuntungan dari para pedagang menolak penggusuran. Bahkan, mereka sempat mengejar Kasatpol PP, M Sofyan yang memimpin aksi pembersihan dengan sajam dan celurit.

Namun aksi sejumlah warga dan preman ini berhasil dihentikan oleh sekitar 150 petugas Satpol PP beserta Camat Medan Perjuangan, Dedi Jaminsyah Putra Harahap beserta lurah. Meski sempat diwarnai dengan perlawanan dari sejumlah warga plus preman namun pembersihan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB terus berlanjut. Seluruh papan yang digunakan untuk menutup permukaan parit sebagai lapak para PK5 berjualan selama ini pun dibongkar.

Pembersihan lapak para PK5 ini dilakukan secara mendadak, sehingga mengejutkan warga sekitar. Terutama mereka yang selama ini mendapatkan keuntungan dari para PK5. Sebelum pembersihan ini dilakukan, petugas Satpol PP telah melakukan penertiban sejak Selasa dinihari (18/10/2016). Penertiban ini membuat para PK5 angkat kaki dan memilih menggelar lapak di kawasan Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) Jalan Pancing Medan.

Untuk menghindari PK5 kembali berjualan di seputaran Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat, petugas Satpol PP dibantu SKPD terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, jajaran Kecamatan Medan Perjuangan pun melakukan pembersihan. Dengan mengerahkan 2 unit alat berat milik Dinas Bina Marga dan sejumlah truk, pembersihan pun dilakukan. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *