Traveling

Wisatawan Padati Negeri Atas Angin Bojonegoro

Sumutdaily | Bojonegoro ~ Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Abiparo) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan minat wisatawan domestik dari luar daerah untuk mengunjungi objek wisata Negeri “Atas Angin” di Desa Deling, Kecamatan Sekar, cukup tinggi.

“Wisatawab domestik dari luar daerah yang mengunjungi Negeri ‘Atas Angin’ antara lain dari Nganjuk, Ngawi, Madiun, juga kota lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” kata Ketua Abiparo Bojonegoro, Wahyu Setiawan, kemarin.

Ia mencontohkan 20 wisatawan dari alumnus SMAN 3 dan 4 Semarang, Jawa Tengah, yang menetap di berbagai kota di Jatim dan Jateng, yang mengunjungi objek wisata Negeri  “Atas Angin”  kemarin.
Tidak hanya itu, sebelumnya juga pernah ada kunjungan rombongan dari Klub Pajero One Indonesia yang anggotanya dari berbagai daerah dan Rombongan Indonesia Fortuner (id42ner) Jawa Timur.

Bahkan, menurut dia, salah satu biro perjalanan wisata anggota Abiparo acapkali membawa wisatawan mancanegara asal Jepang yang kebetulan berbisnis seputar migas di Bojonegoro. “Pengunjung di “Atas Angin” rata-rata sekarang sekitar 400 pengunjung setiap libur akhir pekan. Dalam kondisi tertentu ketika ada kegiatan hiburan pengunjung bisa membeludak mencapai 15.000 pengunjung,” ujar dia.

Namun, menurut dia, pengunjung dari luar kota yang akan ke objek wisata ‘Atas Angin’ masih sulit karena tidak ada kendaraan umum yang menuju ke lokasi objek wisata itu. “Pemecahannya harus ada sebuah bus yang setiap hari mengambil rute dari kota ke ‘Atas Angin’,” katanya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Deling, Kecamatan Sekar, Didik, menjelaskan berbagai pembenahan di objek wisata “Atas Angin” terus dilakukan, di antaranya, membuat gapura di pintu masuk dan membuat tulisan besar “Negeri Atas Angin. Sekarang ini, lanjut dia, pokdarwis juga membangun sembilan lokasi kamar kecil dan mushalla di kawasan objek wisata Negeri “Atas Angin” di atas areal kawasan hutan seluas 12 hektare.

Di lokasi objek wisata “Atas Angin” yang berada di ketinggian 853 meter dari permukaan air laut itu, juga dilengkapi dengan olahraga panjat tebing dan flying fox, dengan karcis masuk Rp 3.000 per pengunjung.
“Jalan menuju lokasi objek wisata “Atas Angin sekarang sudah bagus diperbaiki pemerintah kabupaten (pemkab) sehingga pengunjung dengan mudah bisa mencapai lokasi,” katanya. (ROL/Petrus Loo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *