Sumut Today

Soal Lelang Puskesmas: Eldin tak Peduli LSM LIRA Medan Lapor ke Pusat

DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Medan, akan melaporkan dugaan praktik persekongkolan pada lelang Rehabilitasi Puskesmas dan Rumah Dinas Medan Area, Tahun Anggaran 2016, ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Selain melaporkan kasus ini kepada dua kementerian tersebut, LSM LIRA Medan juga akan melaporkan ke Kajaksaan Agung, terkait keberadaan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), yang terkesan memuluskan jalan oknum tertentu untuk melakukan persekongkolan dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Kami sudah menyurati Wali Kota Medan, agar proses lelang Rehabilitasi Puskesmas dan Rumah Dinas Medan Area itu ditinjau kembali, karena ada dugaan persekongkolan.Tapi Wali Kota Medan tidak peduli”,ujar Wali Kota DPD LSM LIRA Kota Medan, Sam’an Lubis, Sabtu (24//9/2016).

Akibat adanya dugaan praktik persekongkolan tersebut, ujarnya, negara mengalami kerugian Rp 152.856.000. Selain itu, dugaan praktik persekongkolan ini bakal menimbulkan ketidakpercayaan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota Medan. Mengingat, Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas Medan Area dan Rumah Dinas di lingkungan Dinas Kesehatan tersebut, berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2016.

Dugaan persekongkolan proyek dengan pagu Paket Rp 1.971.000.000 dan Nilai HPS Paket Rp 1.971.000.000 terungkap, ketika lelang yang diikuti 39 perusahaan tersebut, hanya dua perusahaan yang memenuhi syarat-syarat. Keduanya CV Bintang Rantau dan CV Rahman.

CV Bintang Rantau mengajukan penawaran Rp 1.783.704.000 dan CV. Rahman mengajukan penawaran Rp 1.936.560.000. Pada tahap evaluasi Administrasi, Teknis dan Biaya, CV Bintang Rantau dan CV Rahman dinyatakan lulus oleh Pokja ULP Kota Medan.

Pada tanggal 26 Agustus 2016 melalui suratnya Nomor : 07/PUSKES-RUDIN/DINKES/POKJA-ULP/VIII/2016, Pokja ULP Kota Medan, mengundang CV Bintang Rantau dan CV Rahman untuk hadir pada Senin, 29 Agustus 2016 dengan agenda Pembuktian Kualfikasi- Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya.

Namun CV Bintang Rantau, selaku rekanan yang mengajukan penawaran terendah, tidak hadir memenuhi undangan Pokja. Padahal, alamat CV Bintang Rantau, yang berada di Jln. Pabrik Tenun, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, tidak jauh dari alamat ULP Kota Medan, Bagian Perlengkapan dan Aset Setda Kota Medan, Jl. Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan.

Ketidakhadiran CV Bintang Rantau, lanjutnya, menyebabkan Pokja memutuskan CV Rahman sebagai pemenang lelang. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp Rp 152.856.000 (Rp 1.936.560.000 – Rp 1.783.704.000).

“Diduga terjadi Bid Suppression, yakni peserta tender atau calon peserta tender sepakat untuk menahan diri dari proses tender atau akan menarik diri dari penawaran tender dengan harapan pihak-pihak yang sudah ditentukan dapat memenangkan tender”,ujar Sam’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *