Hukum

Langgar Zona 1/A 28 Kapal Diamankan

Sumutdaily.com,Asahan : Setelah 2 (dua) kali melakukan patroli di  perairan laut sekitar wilayah Asahan dan Tanjung balai,kali ini Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (DirPol Air Poldasu)  bekerjasama dengan Polres Asahan  melakukan patroli menggunakan Helikopter di atas perairan laut sekitar wilayah Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara Rabu (14/9). Sebanyak 28 kapal penangkap kerang diamankan karena disinyalir melanggar batas zona tangkap 0-2mil dari bibir pantai atau jalur 1/A.

Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan bahwa patroli tersebut merupakan tindak lanjut dari tuntutan nelayan tradisional Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai terhadap maraknya aktivitas kapal perikanan dengan alat tangkap ilegal seperti pukat hela (Trawl), pukat tarik (Seinse Net) termasuk kapal penangkap kerang atau yang sering disebut dengan istilah Tank Kerang bagi masyarakat nelayan Tanjungbalai Asahan.

“Ada 28 kapal yang kita amankan karena diduga melanggar jaluar 1/A atau 0-2 mil dari bibir pantai. Kapal yang boleh beroperasi dizona tersebut seharusnya kapal dibawah 10 grosstonnage (GT),” ujarnya.

Kapal kapal tersebut, menurut Tatan selanjutnya akan dibawa ke Pelabuhan Belawan untuk dilakukan pemeriksaan oleh Dirpol Air Poldasu. “Polres Asahan dalam hal ini hanya melakukan pengawalan operasi patroli” imbuhnya.

Dalam proses pengamanan kapal tersebut sempat mendapat perlawanan nelayan pencari kerang, karena menolak kapal dibawa oleh petugas. “Tadi sempat ada penolakan dari nelayan, khususnya ibu ibu yang menumpang kapal mencari kerang. Setelah kita jelaskan secara persuasif, akhirnya mereka dapat menerima,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang perwakilan nelayan Ahmad Sapyan(43) warga Silo Laut memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian, khusunya polres Asahan atas penindakan kapal yang melanggar batas zona nelayan tradisional maupun kapal perikanan yang menggunakan alat tangkap ilegal.

“Sudah lama hal ini kami (Nelayan) harapkan. Dengan penertiban ini, setidaknya memberikan efek jera kepada kapal kapal lain yang selama ini merajalela mengeruk kekayaan laut dengan alat tangkap yang dilarang,” ujarnya.

Sapyan berharap, patroli tersebut dapat dilakukan sesering mungkin sehingga tidakan ilegal fishing diperairan laut sekitar wilayah Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai dapat diminimalkan.(Azhar.Nasution,Anton-SD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *