Kesehatan

Selamatkan Sungai Dari Limbah Industri dan Rumah Sakit

201112 SOLO pencemaran1Sumutdaily.com I Medan : Ironis, saat Pemko Medan sedang gencar-gencarnya mengejar PAD kota Medan dari sector industri dan jasa. Maka semakin banyanya industri dan jasa tubuh di kota Medan. Menyisakan limbah yang kebanyakan dibuang ke sungai Deli dan sekitarnya.

Akibanya, hampir rata-rata semua industri dan jasa seperti RS yang letaknya berdekatan dengan sungai Deli membuang limbahnya ke sungai. Walhasil, hewan asli sungai-sungai itu pun jarang ditemui.

Padahal beberapa tahun lalu, masih banyak pemancing dan nelayan di kawasan labuhan yang menggantungkan mata pencahariannya dari aliran sungai deli untuk mencari berbagai jenis ikan. Seperti jenis ikan sepat, ikan badau, ikan belut, ikan patin, serta jenis ikan sungai lainnya.

Beberapa nelayan yang sempat di hubungi Sumutdaily.com, banyak yang mengeluh karena tak lagi bisa mencari ikan di sekitar muara sungai deli. Maupun di laut Belawan, banyak diantaranya yang terpaksa pergi mencari ikan ke daerah yang belum tercemar yakni di perairan Langkat bahkan sampai ke perbatasan perairan Malaysia.

Ketua Pemuda Lira (Lumbung Aspirasi Rakyat) Sumut (29/1) mengatakan, ia sangat prihatin dengan kondisi sungai Deli yang kian tercemarnya tanpa ada langkah konkrit penindakan langsung pada pabrik maupun rumah sakit yang tak memiliki IPAL serta AMDAL.

Pemuda Lira juga mendukung pencopotan kepala BLH Medan yang tak tegas melakukan pembenahan terhadap aliran sungai deli. Pemuda Lira mengajak Pemko Medan untuk mengkampanyekan mari selamatkan Sungai Deli dari pencemaran yang mematikan habitat ikan.

“ Terus terang saya katakana, masyarakat Medan Utara yang Rabu (28/1) lalu kami temui dalam sebuah diskusi dan dialog sangat pesimis terhadap kinerja instansi Bapedaldasu maupun Dinas Badan Lingkungan Hidup. Karena hingga kini tidak bisa menindak tegas pelaku pencemaran sungai deli. Mulai dari limbah pabrik /industri maupun limbah rumah sakit yang dibuang sembarangan, ke aliran sungai hingga kini tak terjamah hukum, ujarnya.

Akibat pencemaran yang tak teratasi kedua instansi tersebut, jenis ikan yang biasanya hidup di sungai tidak ada lagi. Saat ini yang ada hanya tinggal ikan sapu kaca.

“Dari hasil investigasi kami di lapanag,setiap hari berton-tong limbah pabrik yang dibuang  disepanjang sungai Deli, yang dibuang tepat pada waktu tengah malam, dan saat hujan turun, bebernya.

Maka dari itulah, pihaknya mengajak instansi terkait khusunya Pemko Medan untuk lebih mencintai sungai dan melestarikan biota sungai yang ada. Jangan sampai sungai dikota Medan ini menjadi sungai yang jorok, butek dan paret busuk. Yulinda dinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *