Kesehatan

Kelangkaan Susu Di Sumut Pemprov Harus Proaktif

images 4Medan | Sumutdaily.Com ~ Pengamat sosial dan pakar pendidikan dari UISU Medan Drs. Zainuddin Nasution, MAP di Medan Minggu (19/5/2013) mengatakan, Pemprovsu harus mewaspadai kelangkaan susu di Sumut dengan mengambil kebijakan alternatif pengganti susu guna mengantisipasi tibanya saat-saat mengkhawatirkan tersebut.

“Pengganti susu dapat digunakan kacang kedelai, karena kedelai ini sangat kaya akan protein. Bahkan kacang kedelai dapat diolah dan dikonsumsi sebagai susu. Meskipun tidak sebaik susu dalam hal sebagai minuman sehat berkhasiat namun untuk sementara kedelai dapat dimanfaatkan sebagai minuman pengganti susu, ujarnya.  

Pernyataan pengamat sosial Sumatera Utara ini berkaitan erat dengan keterangan Ketua Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana yang mengungkapkan tahun 2013 ini persentase susu segar untuk memasok kebutuhan nasional diyakini menurun dibandingkan tahun 2012. Produksi susu segar di tahaun 2103 diperkirakan turun sekitar 10 -15 persen. Hal ini diakibatkan bahwa sebagai implikasi harga susu segar yang kurang layak dan adanya kenaikan harga daging sapi. Termasuk juga kelangkaan itu diakibatkan banyak peternak yang menjual sapi perahnya untuk menjadi sapi potong.

Dijelaskan, Pemerintah tidak melakukan tindakan pencegahan apa pun menghadapi kondisi ini. Padahal sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 18/2009 pemotongan sapi betina produktif dikenakan sanksi pidana. Produksi susu segar yang dipasarkan ke IPS sekitar 1700 Ton/hari. Menurut data Kementerian Perindustrian, total kebutuhan bahan baku susu tercatat 3,2 juta ton per tahun. Sedangkan pasokan dari peternak hanya 690.000 ton yang dihasilkan oleh sekitar 597.135 ekor sapi perah. Artinya, hanya 21 persen bahan baku industri susu olahan yang bisa dipenuhi oleh peternak, sedangkan 79 persen masih harus diimpor.

Selanjutnya Zainuddin mengharapkan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Sumatera Utara mesti segera mengeluarkan kebijakan untuk masyarakatnya. Karena menurutnya kelangkaan susu dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat secara luas yaitu kekurangan gizi atau gizi buruk. Hal ini dapat mempengaruhi terhadap pertumbuhan bagi anak-anak sebagai generasi harapan bangsa di kemudian hari kelak. { Buya Soraya ~ Muhammad Yusuf Hanafiah }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak Berkategori

Kelangkaan Susu Di Sumut Pemprov Harus Proaktif

images 4Medan | Sumutdaily.Com ~ Pengamat sosial dan pakar pendidikan dari UISU Medan Drs. Zainuddin Nasution, MAP di Medan Minggu (19/5/2013) mengatakan, Pemprovsu harus mewaspadai kelangkaan susu di Sumut dengan mengambil kebijakan alternatif pengganti susu guna mengantisipasi tibanya saat-saat mengkhawatirkan tersebut.

“Pengganti susu dapat digunakan kacang kedelai, karena kedelai ini sangat kaya akan protein. Bahkan kacang kedelai dapat diolah dan dikonsumsi sebagai susu. Meskipun tidak sebaik susu dalam hal sebagai minuman sehat berkhasiat namun untuk sementara kedelai dapat dimanfaatkan sebagai minuman pengganti susu, ujarnya.  

Pernyataan pengamat sosial Sumatera Utara ini berkaitan erat dengan keterangan Ketua Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana yang mengungkapkan tahun 2013 ini persentase susu segar untuk memasok kebutuhan nasional diyakini menurun dibandingkan tahun 2012. Produksi susu segar di tahaun 2103 diperkirakan turun sekitar 10 -15 persen. Hal ini diakibatkan bahwa sebagai implikasi harga susu segar yang kurang layak dan adanya kenaikan harga daging sapi. Termasuk juga kelangkaan itu diakibatkan banyak peternak yang menjual sapi perahnya untuk menjadi sapi potong.

Dijelaskan, Pemerintah tidak melakukan tindakan pencegahan apa pun menghadapi kondisi ini. Padahal sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 18/2009 pemotongan sapi betina produktif dikenakan sanksi pidana. Produksi susu segar yang dipasarkan ke IPS sekitar 1700 Ton/hari. Menurut data Kementerian Perindustrian, total kebutuhan bahan baku susu tercatat 3,2 juta ton per tahun. Sedangkan pasokan dari peternak hanya 690.000 ton yang dihasilkan oleh sekitar 597.135 ekor sapi perah. Artinya, hanya 21 persen bahan baku industri susu olahan yang bisa dipenuhi oleh peternak, sedangkan 79 persen masih harus diimpor.

Selanjutnya Zainuddin mengharapkan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Sumatera Utara mesti segera mengeluarkan kebijakan untuk masyarakatnya. Karena menurutnya kelangkaan susu dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat secara luas yaitu kekurangan gizi atau gizi buruk. Hal ini dapat mempengaruhi terhadap pertumbuhan bagi anak-anak sebagai generasi harapan bangsa di kemudian hari kelak. { Buya Soraya ~ Muhammad Yusuf Hanafiah }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak Berkategori

Kelangkaan Susu Di Sumut Pemprov Harus Proaktif

images 4Medan | Sumutdaily.Com ~ Pengamat sosial dan pakar pendidikan dari UISU Medan Drs. Zainuddin Nasution, MAP di Medan Minggu (19/5/2013) mengatakan, Pemprovsu harus mewaspadai kelangkaan susu di Sumut dengan mengambil kebijakan alternatif pengganti susu guna mengantisipasi tibanya saat-saat mengkhawatirkan tersebut.

“Pengganti susu dapat digunakan kacang kedelai, karena kedelai ini sangat kaya akan protein. Bahkan kacang kedelai dapat diolah dan dikonsumsi sebagai susu. Meskipun tidak sebaik susu dalam hal sebagai minuman sehat berkhasiat namun untuk sementara kedelai dapat dimanfaatkan sebagai minuman pengganti susu, ujarnya.  

Pernyataan pengamat sosial Sumatera Utara ini berkaitan erat dengan keterangan Ketua Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana yang mengungkapkan tahun 2013 ini persentase susu segar untuk memasok kebutuhan nasional diyakini menurun dibandingkan tahun 2012. Produksi susu segar di tahaun 2103 diperkirakan turun sekitar 10 -15 persen. Hal ini diakibatkan bahwa sebagai implikasi harga susu segar yang kurang layak dan adanya kenaikan harga daging sapi. Termasuk juga kelangkaan itu diakibatkan banyak peternak yang menjual sapi perahnya untuk menjadi sapi potong.

Dijelaskan, Pemerintah tidak melakukan tindakan pencegahan apa pun menghadapi kondisi ini. Padahal sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 18/2009 pemotongan sapi betina produktif dikenakan sanksi pidana. Produksi susu segar yang dipasarkan ke IPS sekitar 1700 Ton/hari. Menurut data Kementerian Perindustrian, total kebutuhan bahan baku susu tercatat 3,2 juta ton per tahun. Sedangkan pasokan dari peternak hanya 690.000 ton yang dihasilkan oleh sekitar 597.135 ekor sapi perah. Artinya, hanya 21 persen bahan baku industri susu olahan yang bisa dipenuhi oleh peternak, sedangkan 79 persen masih harus diimpor.

Selanjutnya Zainuddin mengharapkan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Sumatera Utara mesti segera mengeluarkan kebijakan untuk masyarakatnya. Karena menurutnya kelangkaan susu dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat secara luas yaitu kekurangan gizi atau gizi buruk. Hal ini dapat mempengaruhi terhadap pertumbuhan bagi anak-anak sebagai generasi harapan bangsa di kemudian hari kelak. { Buya Soraya ~ Muhammad Yusuf Hanafiah }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *